Info Nusantara

Tolak Pembayaran UKT Mahasiswa IAIN Palu Kembal Demo

Newinfo.id– Memberi Informasi dan Pengetahuan

Palu, Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa IAIN PALU, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak Uang Kuliah Tunggal (UKT) di tengah Pandemi Covid-19. 24/6/2020

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di Halaman Rektorat Kampus IAIN Palu. mahasiswa IAIN mendesak agar bisa bertemu rektor. Aksi yang beralangsung sejak pukul 08.00-13.30 wita sempat menuai intimidasi dan represivitas dari pihak Keamanan kampus IAIN Palu

“Kami hanya ingin bertemu rektor untuk membahas bersama terkait UKT ini, UKT sangat memberatkan mahasiswa dan orang tua kami di tengah wabah covid-19,” ujar Moh Rizal dan di ikuti para mahasiswa lainnya.

Mahasiswa mendesak dan meminta kebijakan dari rektor, serta menolak Surat Kebijakan Rektor yang dengan syarat berbelit-belit dan semakin mempersulit mahasiswa di tengah pandemi ini, karena pemberlakuan UKT sangat membebani bagi mereka di bawah penghidupan ekonomi berpenghasilan pas-pasan akibat sosial distance.

Besaran pengampuhan UKT yang bersyarat yang di tentukan oleh kampus di anggap hanya sebatas menetralisir gerakan mahasiswa, yang menuntut pengampuhan UKT di tengah wabah pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga ingin pak Rektor harus bijak dalam menanggapi KMA no. 515 tahun 2020. Pasalnya isi dalam KMA tersebut, barometer untuk adanya keringanan UKT pada mahasiswa sangat tidak relevan dengan kondisi mahasiswa IAIN Palu dikarenakan banyak orang tua dari mahasiswa IAIN Palu adalah pekerja honorer dan kaum buruh tani yang mana keadaan mereka sangat berkekurangan pendapatan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Mahasiswa bertanya kemanakah UKT/SPP mahasiswa dialihkan? Dari barometer terlalu banyak persyaratan dan surat-suratan  yang sangat memberatkan mahasiswa dalam pengurusannya.

Kita tahu bersama kondisi mahasiswa IAIN Palu lebih banyak di kampung halaman dengan segala keterbatasan akses dan fasilitas untuk memenuhi persyaratan yang jika itu ada nantinya.

Tidak itu saja, beberapa kali audiensi bersama Birokrasi Kampus namun hasil yang di dapatkan adalah kongkalikong oleh birokrasi.

Awalnya di katakan dana BOPTN di tarik full 100%. Namun pada kesempatan lainnya mereka sampai kan bahwa dana BOPTN di potong 99%  dan pemotongan dana BOPTN pusat yang atur namun fakta dari data yang kami dapatkan jelas tertera di PMK S-320-MK02-2020 bahwa rektor mempunyai hak untuk pengusulan pemangkasan anggaran tersebut.

Dan hingga sampai ini tidak ada kejelasan dan transparansi anggaran dari birokrasi.
Oleh karena beberpa alasan diatas, maka aliansi mahasiswa IAIN Palu menuntut:

1. Pemotongan UKT minimal 50%/pemotongan UKT dengan nominal 500.000 rb. Kepada seluruh mahasiswa IAIN Palu tanpa syarat

2. Bebaskan UKT untuk mahasiswa dan orang tua/wali yang terdampak positif COVID-19 atau meninggal dunia di sebabkan COVID-19

3. Adanya pemotongan UKT untuk mahasiswa baru tahun 2020

4. Bebaskan UKT bagi mahasiswa yang mau penyelesaian di semester akhir

5. Perbaiki sistem pembagian paket kuota internet gratis bagi mahasiswa

6. Pembagian paket kuota internet gratis di semester gasal bagi mahasiswa untuk semua provider

7. Transparansi dana pemotongan dan dana yang di alokasikan ke penanganan COVID-19 serta sisa anggaran dari hasil penghematan selama COVID-19

Firman R Lacido

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close